Pages

Review Jurnal

03 Oktober, 2010



Tema / Topik          : Alokasi Asset dan Pemilihan Sekuritas Reksa Dana Terbuka
Judul                     : PENGARUH KEBIJAKAN ALOKASI ASET DAN PEMILIHAN SEKURITAS TERHADAP KINERJA REKSA DANA TERBUKA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF (Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap, dan Reksa Dana Campuran)
Pengarang              : Deden Mulyana                              
                                Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya
Latar belakang dan Masalah : kinerja reksa dana diduga banyak dipengaruhi oleh kebijakan alokasi asset dan pemilihan sekuritas yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Di samping itu kemungkinan terjadinya ketidakkonsistenan antara kebijakan alokasi asset dan realisasi alokasi asset yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Mengingat keberadaan reksa dana di Indonesia tergolong masih relative muda, maka kehandalan Manajer Investasi dalam menentukan kebijakan alokasi aset dan pemilihan sekuritas yang mempengaruhi kinerja reksa dana masih harus dikaji melalui penelitian.
 Tujuan Penelitian :
1.    Untuk menganalisa pelaksanaan tiga jenis reksa dana yang berbeda dari dana yang terkumpul (saham, pendapatan tetap dan dan dana campuran).
2.    Untuk menganalisa pengaruh dari alokasi asset dan pemilihan sekuritas dalam pelaksanaan kebijakan tersebut atas saham, pendapatan tetap dan dan dana campuran.
3.    Untuk memahami mutu dari ketetapan manajer dana dalam melaksanakan alokasi dana.
Metodologi
·         Variabel : Sharpe ratio (Elton et al,2003:295), Asset Class Factor Sharpe (1992), asset Ibbotson dan Kaplan (2000), asset Drobetz dan Kohler (2002), dan saham, obligasi, kas/deposito., Sharpe (1992) dan Drobetz, Kohler (2002) meliputi timing dan stock picking.
·         Data : Data yang digunakan bersifat data runtut waktu (time series), yaitu data yang merupakan hasil pencatatan dalam suatu periode waktu tertentu dan jenis data adalah data sekunder, yaitu data yang telah mengalami penngolahan yakni data bulanan selama 3 (tiga) tahun terakhir yang dikeluarkan oleh PT. Bursa Efek Jakarta, PT. Bursa Efek Surabaya, Bapepam. E-Bursa.com, dan Bank Indonesia. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 55 reksa dana yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu reksa dana saham sebanyak 17, reksa dana pendapatan tetap sebanyak 18, dan reksa dana campuran sebanyak 20.
·         Tahapan Penelitian : Dalam penelitian dilakukan dengan cara menghitung tingkat return dan tingkat risiko dari data bulanan populasi reksa dana terbuka berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yaitu reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran pada PT. Bursa Efek Jakarta, PT. Bursa Efek Surabaya, Bapepam, e-Bursa.com dan Bank Indonesia selama tiga tahun , kemudian ditentukan besarnya tingkat kinerja masing-masing reksa dana saham reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran menggunakan metode Sharpe Ratio yang kemudian dilakukan analisis regresi berganda untuk menentukan seberapa efektif manajer dana melakukan fungsi-fungsinya yang terdiri dari kebijakan dan alokasi asset (asset allocation policy) pemilihan sekuritas.(security selection)
·         Model Penelitian : Mathematic (Simbolic ) Model dan gambar.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode verfikatif.
1.       Metode Sharpe Ratio : Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja masing-masing reksa dana, dengan formulasi (Elton et al, 2003: 295) :

     (1)Dimana RJ adalah return rata-rata portofolio j selama jangka waktu pengukuran,Rf merupakan rata-rata investasi bebas risiko selama jangka waktu pengukuran, dan δj adalah standar deviasi portofolio j selama jangka waktu pengukuran.
2.       Asset Class Factor Model Sharpe (1992) : Alat analisis yang digunakan utnuk menentukan seberapa eektif manajer dana melakukan fungsi-fungsinya yang terdiri dari kebijakan alokasi asset (Asset Allocation Policy/Style) dan pemilihan sekuritas (Security Selection).
(2) Dimaξξna Rit merupakan return asset i pada periode t, Fnt menunjukan nilai faktor n pada waktu t, dan eit adalah error term. Return yang diperoleh merupakan representasi dari return atas portofolio investasi dalam kelas asset n ditambah komponen residual (eit).
 (3) Dimana ξit adalah error term (pemilihan sekuritas), Rit merupakan return asset I pada periode t, dan Fnt menunjukan nilai factor n pada waktu t. Komponen residual merupakan selection (pemilihan sekuritas) yang meliputi timing dan stock picking.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh kebijakan alokasi aset dan pemilihan sekuritas terhadap kinerja reksa dana saham digunakan analisis regresi berganda. Program EViews3 digunakan sebagai alat bantu analisis. Hasil analisis menunjukan bahwa besarnya pengaruh kebijakan alokasi asset terhadap kinerja reksa dana sebesar 56,22% (R-kuadrat = 0,562210), oleh karena itu besarnya pengaruh pemilihan sekuritas terhadap kinerja reksa dana  saham sebesar 43,78% (1-R2)
Gambar 1 Pengaruh Kebijakan Alokasi Aset dan Pemilihan Sekuritas terhadap Kinerja Reksa Dana Saham.

Besarnya pengaruh kebijakan alokasi asset terhadap kinerja reksa dana pendapatan tetap sebesar 64% (R-kuadrat = 0,639895). Pengaruh pemilihan sekuritas reksa dana pendapatan tetap ditentukan berdasarkan komponen residual (ξ0) merupakan selection (pemilihan sekuritas)yang meliputi timing dan stock picking (Sharpe, 1992, Drobetz, Kohler, 2002)oleh karena itu, besarnya pengaruh pemilihan sekuritas terhadap kinerja reksa dana pendapatan tetap sebesar 36% (1-R2).
 Gambar 2 Pengaruh Kebijakan Alokasi Aset dan Pemilihan Sekuritas terhadap Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Besarnya pengaruh kebijakan alokasi asset terhadap kinerja reksa dana campuran sebesar 52,54% (R2 = 0,525434). Pengaruh pemilihan sekuritas reksa dana campuran ditentukan berdasarkan komponen residual (ξ0)  merupakan selection (pemilihan sekuritas)yang meliputi timing dan stock picking (Sharpe, 1992, Drobetz, Kohler, 2002) oleh karena itu, besarnya pengaruh pemilihan sekuritas terhadap kinerja reksa dana campuran sebesar 47,46& (1-R2).
 Gambar 2 Pengaruh Kebijakan Alokasi Aset dan Pemilihan Sekuritas terhadap Kinerja Reksa Dana Pendapatan Campuran.
Hasil dan Kesimpulan
1.    Kinerja reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap sebagian besar lebih tinggi daripada patok-duga (benchmark) yang digunakan, sedangkan reksa dana campuran seluruhnya memiliki kinerja lebih tinggi.
2.    Kebijakan alokasi asset dan pemilihan sekuritas yang dilakukan oleh para manajer investasi berpengaruh positif terhadap kinerja reksa dana.
3.    Tidak terdapat perbedaan yang berarti antara kebijakan alokasi asset dan realisasi alokasi asset yang dilakukan reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap, hal ini berarti manajer investasi reksa dana saham dan reksa dana pendapatan konsisten dalam melaksanakan kebijakan alokasi asetnya.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 comments:

Posting Komentar